Indonesia Tidak butuh Manusia OAP Namun Rakus Harta OAP
Bapak Bangsa Papua (L.E)
Gubernur Papua Lukas Enembe menggunakan rompi tahanan dihadirkan saat rilis KPK di Paviliun Kartika, Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (10/1/2023). Lukas Enembe dihadirkan KPK saat rilis terkait kasus dugaan korupsi pemberian gratifikasi proyek infrastruktur di Provinsi Papua. (L)
Lantas bagaimana dengan manusia Papua dimata Indonesia? Mari kita simak bersama.
Detik Detik ini Orang Papua sedang menyaksikan sang tokoh HATI NURANI RAKYAT PAPUA Lukas Enembe diperlakukan sarat dengan dendam rasis yang tak manusiawi. Dalam keadaan sakit tak berdaya, ia pun pasrah dibawa dan digiring oleh algojo negara, yang mana perlakuan ini menggambarkan dua hal: 1)tingkat kebobrokan moralitas negara Ini sudah jatuh dan tidak lagi mencerminkan kemanusiaan yang adil dan beradab.
2) perlakuan ini menunjukkan sarat dengan rasis kebencian terhadap OAP yang sudah mendara daging dan seringkali dicap monyet, orang hitam Afrika yg hilang di timur jauh, dan stigma lainnya. Benar kata hukum kemanusiaan :”sikap dan perlakuan kita terhadap seseorang menggambarkan cara pandang kita terhadapnya”.
Detik-detik ini pula kepada OAP diajarkan agar jangan engkau bermimpi menjadi sukses, “ko jadi pejabat harus miskin, ko jadi pengusaha harus miskin, ko jadi PNS harus miskin”. Kalau tidak ko cap koruptor”. Sementara tu mereka (para algojo) dengan leluasa membagi-bagi harta serta mengeruk emas, perak, tembaga dan uranium bernilai milyaran di tanah OAP.
Pendek kata, OAP tidak ada harapan, tidak ada masa depan, tidak ada kehidupan bersama Indonesia.
Detik2 ini mengajarkan kpd OAP, jangan merasa nyaman dan tentram dalam profesimu. Ajarkan kepada anak cuci bahwa kita tidak pernah aman. Iy, OAP tidak aman di negeri sendiri. Kita tak berbahagia, kata Lukas ENEMBE.
Mari kita sampingkan perasaan yang lain, mari duduk merenung, dan lihat dicermin. Tanyakan, “ who am i?”. Engkau adalah hitam kerting, engkau adalah Papua.
Bangkit bersatu! Sorong sampai samarai.
Hari ini kembali menjadi catatan sejarah kebiadaban Indonesia.
(D.Y/DW)*

Ketika kami berada di negara indonesia kita patuhi aturan.
BalasHapusTapi kita juga waspadai.
Jika Negara punya adil besar untuk OAP, pasti akan melindungi kami.
Walaupun kami terjerat korupsi.
Waa.by.Akar.
Terima kasih
BalasHapus